puisi tarian dari langit

PUISITARIAN KASIH SAYANG Karya : Adi Taufika Adi. Terbang melayang angan mengecapi Ingin mencapai ke puncak tinggi Jauh hingga mencakar langit Menikmati rasa manis membuang rasa pahit. Bersama layang-layang cinta Ku kejar engkau kemana jua Walau keangkasa akan kutuju Demi engkau yang aku rindu. Kan ku halau matahari Kugapai cahayanya Agar bersama kita menari yangtelah kau bayangkan menyelimuti langit akan membuatmu tersesat menemukan jalan pulang dan mendapatiku kembali dibalik pekat kabut "Aku percaya," tulismu,"bila badai ini usai, pelangi akan datang kembali menyelimuti langit tempat semua impian kita bersemayam sepanjang musim dan kangen itu kita semai diam-diam, sejak dulu" Tegakterpancang di penjuru bumi. Apa pun itu Nyatanya tak tersembunyikan Kegundahan hati merona kita larakan Gejolaknya mengguncang tapak bumi. Apa pun itu Nyatanya tak terlemahkan Kegetiran adalah kawah candra dimuka Kelak lahir hati bijak dari pusara langit. Apa pun itu Nyatanya tak tergantikan Kisah cinta ini telah tertulis Tugutarian langit merupakan ikon Perumahan elit di Kota Bekasi yaitu Kota Harapan Indah. Tugu ini dapat dijumpai di lingkar Bundaran Kota Harapan Indah, dilengkapi dengan air mancur yang membuat pemandangan di tugu ini terlihat mempesona dan indah. Di papan nama tugu tersebut tertulis syair dari sang pembuat patung yaitu Nyoman Nuarta TuguTarian Langit.Sudah lama aku penasaran dengan nama baru tugu yang berada di bundaran taman perumahan Kota Harapan Bekasi, Jawa Barat. Sekarang sudah terjawab karena terpajang dengan jelas nama tugu baru tersebut yaitu Tugu Tarian Langit.Di papan nama tugu tersebut juga teruntai kalimat dari sang pembuat patung yaitu bernama Nyoman Nuarta" Terus berputar menjangkau langit. Frau Mit Bart Sucht Mann Fürs Leben. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mereka menari dengan lemah gemulai, tarian yang indah yang mempunyai kharismaMereka menari dengan wajah penuh senyum menghiasi wajahPadahal mereka dari berbagai sukuTapi dengan hati yang gembira mereka menari tarian tradisional IndonesiaIndah sungguh sangat indahAku suka penerus bangsa lebih condong terhadap tarian tradisionalPenuh dengan makna bahwa tarian itu memberi pesan yang sangat pentingBahwa tarian itu menunjukkan leluhur bangsa kita memiliki jiwa patriotisme, welas asih dan rukun antar sesamaAku bangga pada mereka, walaupun saat itu aku tidak mendampingi mereka tapi mereka tampil dengan keindahan budayaTerima kasih anak-anakku, lanjutkan perjuanganmu. Tetaplah mencintai budaya bangsa Indonesia Bekasi, 19022019 Lihat Puisi Selengkapnya puisi tentang langit 4 bait. sumber foto unsplash/ Puisi tentang Langit 4 Bait yang Indahpuisi tentang langit 4 bait sumber foto unsplash/ warna biru dengna sapuan keabu-abuanBeberapa tambalan merah di jala yang tersusun pada langit soreSedikit kilasan ungu terselip di antara beberapa Celana Ruby yang sedang berlariGelombang emas berkumpul untuk hari ini dan hanya melihat Langit PagiAku melihat bayangan di tanah dan mendengar suara kendaraan lewatSebuah bayangan melintasi tanah dan aku pun melihat ke atas langitAku sedikit memberi jarak perlah menjauh, lagi dan lagiAwan itu bergerak dan sepertinya tidak pernah seekor naga yang menghirup api putih dan dia meniupkan anginPawai berlanjut dengan kapal yang mengapung di laut putih, lalu ada seekor gajahGajah itu melambai-lambaikan belalainya padaku, serta hewan-hewa lainnyaMelihat awan sangat menyenangkan karena mereka adalah apa pun yang ingin aku lihatSebelum kamu datang, segala sesuatu terjadi seperti apa adanyaBerjalan tepatnya di jalan cakrawala lurus dengan batas dari apa yang bisa dilihatSegelas anggur tidak lebih dari segelas anggur, dengan kamu dunia yang mengambil spektrumkuMemancar dari hatiku, yaitu mata emasmu saat mereka terbuka untukku, aku catat warnanyaDia awan tetap di atas sana begitu tinggi, sampai bumi mengirimkan panggilan"Aku haus, awan, hai, tolong jatuh!" ujar anak-anak di sekitar kebun bunga"Menangislah awan yang terhormat, datanglah ke tanah," dan awan berkata "Selamat tinggal, aku akan datang lagi."Aku berharap kamu lebih ramah, langitKamu menganggap dirimu sangat bangga dan tinggiAku tidak bisa menjangkaumu dengan tangankuMeski di atas kursi aku berdiri. Matahari adalah benda langit yang terkadang sangat indah. Terlebih di kala datangnya senja. Ia bulat sebesar tampah. Ah, kamu tahu kan tampah? Ya alat yang dipakai ibu dan nenek kita untuk membersihkan beras dari gabah. Ia terlihat bulat dengan warna merah yang tak menyilaukan. Seperti kuning telur yang dilepaskan di baskom. Indah sekali. Sampai-sampai aku menitikan air mata. Tahu kenapa? Karena merasakan keagungan-Nya. . . Menulis puisi tentang matahari kadang-kadang agak susah. Tak banyak kesempatan untuk menikmati keindahannya, yang dengannya aku menyimpan rasa indah itu. Lalu menguraikan satu demi satu lewat kata. Sangat berbeda dengan menulis puisi tentang ombak atau lautan. Bila rasaku hilang, aku hanya melangkahkan kaki ke pantai. Seketika itu dapat kuserap jiwa ombak dengan cukup cepat. Debur ombaknya, angin pantainya, ataupun aroma air asinnya. Semua itu seolah-oleh berkumpul ke dalam jiwa. Dari situlah puisi IsiPuisi Matahari Terbit Puisi Matahari Terbenam Puisi Matahari Pagi Puisi Matahariku Puisi Matahari Bersinar Puisi Matahari Senja Puisi Di Tengah Rimba Ketika puisi mulai ditulis, aku menulisnya di saat senja mulai merayap datang. Dengan langit yang sangat cerah. Awan tipis melayang di sana. Dan angin semilir di antara kembang-kembang di taman. Penulis kieta Anna Noer Jannah. 22. Feb 2020. Matahari dan senja. Kedua-duanya merupakan perpaduan yang sangat terlihat mengapung di ufuk. Menyemburatkan warna merah dan keemasan. Dan yang paling indah ialah warna langitnya. Antara biru dan kehijau-hijauan. Sementara sapuan tipis awan begitu saja ada di sana. Seperti helaian selendang di tangan gadis-gadis manis. Menatapnya tak pernah jemu. Ingin rasanya berlama-lama. Menikmati semua persembahan keindahan. Dan inilah puisi matahari senja. Cahaya Senjamu Mentari di SenjaDi bawah cahaya senja Sebaris ombak memecah Suara debur sayup bergema Melukiskan senja sangat indah. Kulepas pandangan ke ujung lautan Menyaksikan sumber cahaya matahari Mulai turun perlahan-lahan Ritual indah menutup hari. Memang pemandangan amat indah Melihat mentari di ujung senja Tubuhnya turun merendah Lalu tenggelam di ujung sana. Matahari Senja SunyiDi antara ombak lautan Kaulah batu permata berintan Menebarkan cahaya keemasan Sehingga takjub segala penglihatan. Di antara hamparan waktu Datangmulah yang dirindu Sebelum senja berlalu Biar kunikmat terlebih dahulu. Cahayamu merah tapi menyejukan Bagaikan tatapan seorang putri Yang pergi menuju ke peraduan Berlalu meninggalkan sepi. Bersama OmbakKala surya mulai memerah Aku duduk di atas karang Senja itu amatlah cerah Ombak bergulung amat riang. Surya senja turun perlahan Di antara percikan ombak lautan Tak terganggu keramaian insan Semburat cahayanya keemasan. Surya dan ombak bagai pengantin Memberi keterkesimaan saat bersanding Puisi tercipta di dalam batin Kala senja ombak datang beriring. Puisi Matahari PagiPagi ini adalah pagi yang sangat indah. Ketika pagi bangun, bangkit dari seorang putri yang cantik jelita. Bangkit dari peraduannya yang memberi mimpi. Ketika matahari pagi terbit kembali, sebuah tanda bahwa masih ada kesempatan. Agar bekerja semua insan. Bertaubat yang bersalah. Bercinta yang mabuk asmara. Bekerja yang ingin menggapai cita-cita. Inilah puisi tentang matahari pagi. Ditulis saat sunyi sepi. Kecuali nyanyian burung, semuanya telah senyap di antara pepohanan dekat rumahku. Selamat Pagi Tanah Air TercintaAlangkah indahnya hidup ini. Hidup damai di tanah air sendiri. Menikmati kicauan burung di pagi hari. Menatap sawah padi yang mulai tampak hijau. Sembari menikmati secangkir teh manis buatan kekasih hati. Sinar Matahari PagiBila pagi telah pecah Awan-awan bercahaya emas Insan beriman telah sujud menyembah Hati mereka tenang tiada cemas Merasakan sinar matahari Hangat badan di pagi hari Dan berdetak nadi kehidupan Saat mentari pagi di peredaran. Di antara sinar yang hangat Aku bangkit penuh semangat Masih ada sepucuk cita-cita Yang harus kugapai di sana. Selamat Pagi Tanah AirSelamat pagi tanah air tercinta Mari buka hari dengan bahagia Membangun masa depan yang cerah Walau kaki terluka terus melangkah. . Jangan pernah menyerah Walau sakit jangan rebah Dayung perahumu dikayuh Hingga dengan cita-cita kau bertemu. Puisi Mentari PagiMaka ketika malam semakin pekat Datang jua mentari di waktu fajar Gelap malam yang mengikat Kini berganti mentari yang berpijar. Matahari pagi adalah kehidupan Untuk mereka yang ingin berjuang Menapaki hari-hari di depan Tegar selalu setegar karang. Mari turun ke medan laga Untuk merebut sebuah piala Usah takut usah gelisah Kepada Tuhan memohon kita. Puisi MataharikuKamu matahariku. Dikirim Tuhan untuk menolongku. Saat aku kegelapan, kau datang membawa harapan. Kau Matahariku Engkau adalah matahariku Bintang besar pemberi cahaya Saat hati kelam dan pilu Kau beri aku rasa bahagia. Datangmu adalah harapan Agar cerah masa depan Kasihmu menyembuhkan Ingin diriku dalam dekapan. Tetapi siapa-lah aku Bagi seorang dirimu Aku hanya satu bintang Di antara berjuta bintang-bintangmu. Ah, puisi di atas memang agak ironis. Bukan puisi alam maupun puisi romantis. Coba kita buat lagi satu puisi matahariku yang mungkin cukup BintangkuCobalah engkau pandang Matahari di waktu pagi Saat muncul di petang Sama indahnya tak terperi. Matahari penuhi Bumi Dengan cahaya terang benderang Tak kenal lelah ataupun letih Lebih indah ketika petang. Satu lagi puisi tentang TanpamuLihatlah indahnya alam, Matahari di waktu siang, Gemuruh ombak di lautan, Atau gemintang ketika malam. Semua keindahan itu Belum sempurna tanpamu Andaikan engkau disisiku Cintaku akan semakin biru. Puisi Matahari BersinarBermain jauh ke alam desa Melihat padi di hamparan sawah Udara segar amat terasa Di antara pemandangan indah. Matahari telah bersinar Menerangi jagad raya Para petani berbinar-binar Jiwa raga rasa sentosa. Alangkah indah alam ini Dan semua di bawah matahari Warna hijau terlihar permai Hati ini terasa damai. Bersinarlah TerangWahai matahariku Bersinarlah terang Jangan terlalu sendu Kuingin bermain riang. Oh sang surya Moga cepat bercahaya Jangan lama bermendung Usah biarkan gelap merundung. Matahari di Tengah RimbaMungkin ada di antara kita, yang pernah menyusuri rimba. Mendengar desau daunnya, menghirup aroma khasnya. Ketika matahari berada di puncak, cobalah berbaring di antara pepohonan. Dan lihatlah, betapa birunya langit membentang. Betapa putihnya awan gemawan. Terang benderang disinari sang di RimbaSemilir angin sepoi-sepoi Menelisik di antara daun Rebahkan badan di antara rimbun Hutan rimba penuh pohon. Lihat langit cerah birunya Angin mengarak mega-mega Putih bergulung-gulung di sana Betapa indahnya alam semesta. Kulihat matahari di rimba Muncul antara daun menyela-nyela Berkas cahaya jatuh ke wajah Sentuhan alam penuh makna. Puisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Puisi langit seringkali dibuat sebagai salah satu bentuk ucapan kekaguman kita terhadap ciptaan Tuhan yang sangat syukur ini dapat kita unggah juga di berbagai media sosial, supaya orang yang membacanya juga dapat semakin menghargai keindahan dunia dan sebagai bentuk terima kasih, puisi tentang langit ini juga dapat digunakan sebagai referensi puisi saat sedang ada tugas di sekolah. Tapi kalian jangan menconteknya mentah-mentah ya! Gunakan puisi ini sebagai pedoman dan bantuan saja jika kalian sedang merasa stuck dalam Langit yang Indah dan ManisPuisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Dikutip dari situs Discover Poetry, inilah kumpulan puisi tentang awan dan langit yang indah dan telah diterjemahkan ke bahasa IndonesiaThe RainbowPerahu berlayar di sungai, Dan kapal berlayar di lautan; Tapi awan yang berlayar melintasi langit Lebih cantik jauh dari jembatan di sungai, Secantik yang kamu inginkan; Tapi busur yang menjembatani surga, Dan di atas pepohonan, Dan membangun jalan dari bumi ke langit, Lebih cantik jauh dari SkyBy Elizabeth Madox RobertsSaya melihat bayangan di tanah Dan mendengar seekor bluejay lewat; Sebuah bayangan melintasi tanah, Dan saya melihat ke atas dan melihat di pohon poplar, Ketika aku melihatnya itu tidak diam; Itu memberi semacam sentakan kecil Dan sedikit semakin jauh dan semakin jauh Terus bergerak dan sepertinya tidak pernah berhenti. Aku pikir itu seperti terikat dengan rantai Dan sesuatu menariknya dari tidak pernah turun lagi, Dan setiap kali saya melihat untuk melihat, Langit selalu bergerak ke belakang Dan semakin menjauh Curly White Cloud Loves the SkyAwan putih keriting menyukai langit; Itu tetap di atas sana—sangat tinggi, sangat tinggi, Sampai bumi mengirimkan panggilan, "Aku haus, awan, O, jatuh, tolong jatuhlah!"Anak-anak bunga di sekitarnya Menangis "Awan sayang, turunlah ke tanah," Jadi, awan itu berkata "Selamat tinggal, Langit, Saya akan datang lagi—sangat tinggi, sangat tinggi."Indah sekali, bukan? Sudahkah kalian berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta alam? Ester Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dan, rerumputan di halaman masih seperti menghijau di antara naungan rerimbunan liar ilalang. Terpaksa bertahan dari terpaan terik mentari siang. Sesekali, menampilkan harmonii tarian angin nan berembus. Lantas sekali mati menyisakan humus. Kemudian, pohon cemara itupun masih seperti dulu. Ia tetap kukuh berdiri di tepian terjal jurang. Ketika ranting dan cabang rela menghadang sapuan badai yang menerjang. Sesekali dihiasi pasangan burung yang menitipkan sarang. Lantas menggugurkan dedaun sebagai penanda musim kemarau nan langitku tak seperti tak lagi sekadar menampilkan arakan mendung yang dinyanyikan angin. Atau menyimpan jalan rahasia lengkung pelangi yang disisakan hujan. Bukan pula tempat berlabuh cahaya bintang-bintang di adalah tempat persembunyian rasa sakit. Usai detak waktu tak lagi mampu mengeja jejak tunggu. Padamu. Curup, Lihat Puisi Selengkapnya

puisi tarian dari langit