puisi makassar tentang keindahan
Puisi Sumber ilustrasi: PEXELS/ manusia lestarikan alam ini dan jagalah alam ini untuk anak cucu nanti, warna warnai bunga bermekaran di tepian telaga bukit. Keindahan alam matahari yang sangat menyinari lingkungan alam sinar, matahari sangat baik embun pagi sangat sejuk
KEINDAHANSAWAH Padi-padi tumbuh dengan subur Serentak memancarkan hijau yang indah Angin bertiup sepoi-sepoi Begiu indah pemandangan sawah Para petani membawa cangkul Mereka mulai menanam padi Banyak burung berkicau riang Menyambut indahnya pemandangan sawah Ya Allah sungguh indah ciptaanMU Kau ciptakan surga dunia Karya : ISNI FITRIYANI (VII B)
adakeindahan untuk dipandang untuk setiap butir pasir kerucut pinus tentukan cetak sempurna payung melindungi tanah ada keindahan untuk dipandang terikat setetes ke laut riak memantulkan cahaya emas tebing begitu terjal dalam kerumitannya ada keindahan untuk dipandang setiap waktu gurita tinggal jauh di dalam dingin ikan terbang menyelam ke langit
Keindahankebahagiaan dan kesedihan dapat kita ungkapkan melalui sebuah puisi. Tidak hanya itu hijau birunya air laut yang diberi aksesoris berupa deburan. Kehidupan yang tentram tinggal kenangan. Berdekap selalu aku dalam hangat cintamu. Akan tetapi inti dari perjalanan adalah prihal bepergian dari suatu tempat ketempat yang lain.
Puisitentang keindahan pantai adalah kata-kata indah yang ditulis semata untuk menjelaskan keindahan pantai yang eksotis. Sangat banyak contoh puisi tentang alam Indonesia baik itu pegunungan pantai desa dan lain sebagainya. Banyak sekali puisi tentangnya. Pastinya puisi keindahan alam diatas sangat bagus ya. Hutan hijau luas terhampar.
Frau Mit Bart Sucht Mann Fürs Leben. MANGKASARA mangkasara’ dalam hati jiwa yang bernyanyi mangkasara’ dalam irama rambang-rambang larut malam mangkasara’ dalam mimpi menembus batas suci mangkasara’ dalam cinta menghias halaman sejarah mangkasara’ dalam rindu terbayang bulan sepi mangkasara dalam lagu sinrili’ dan pakacaping mangkasar’ bait puisi passure’ dan kelong mangkasara’ dalam tradisi ra’bana to pab’biring makassar 23 desember 2003 karya Udhin Palisuri MAKASSAR UNTUK SEMUA namamu makassar namaku orang makassar namamu kampung makassar perjuangan suci menuntut hati nurani tak bisa setengah hat namamu makassar nafasmu makassar hidupmu makassar rindu makassar cinta makassar makassar untuk semua makassar, 12 mei 2008 karya Udhin Palisuri PASENG karaeng matoaiya mangkubumi tallo dan gowa berpesan kepada putranya, karaeng pattingalloang “mamallak’ko ri tu malambusuk” wahai anakku yang engkau takuti setelah tuhan adalah orang jujur KEMBALIKAN MAKASSAR kembalikan makassar kepada leluhur kembalikan makassar kepada sombaiya kembalikan makassar kepada asalnya kembalikan makassar kepada tomanurung betapa sedih wajah makassar bongkar bangunan kuno mengoyak jejak jejak sejarah makassar, 9 november 2006 kepada Ram Prapanca PEREMPUAN perempuan itu wajah dalam cermin perempuan itu bunuh diri dengan bom perempuan itu menari di lorong sunyi perempuan itu orang bone perempuan itu membaca ayat tuhan makassar, 26 juli 2007 kepada Taslindah Pakarena Tak kunjunga bangunturu galle Naku gunciri naung gulingku Kualleanna tallangnga natoalia Dongang-dongang la apami gau Dongang la dongang dongang La nia tene’na-tene nala lo apami gau Tutuki malepa-lepa galle Mabiseang naung rate bonto Tallang ki sallang ki nasako aling bu’bu Dongang-dongang La bella karaeng
Jakarta - Alam memang sering dijadikan objek dalam sebuah karya sastra, salah satunya adalah puisi. Puisi tentang alam bisa sebagai bentuk ekspresi kecintaan akan alam dan adalah bentuk dari karya sastra yang berisi ungkapan dan perasaan. Puisi bisa menggambarkan tentang suasana keadaan sekitar atau lingkungan, perasaan senang, sedih, gelisah, marah, bahkan yang terkandung pada suatu puisi, berisi pesan-pesan tertentu yang bisa ditangkap oleh pembacanya. Bahasa dan kata-kata yang ada dalam puisi terikat dengan rima, irama, lirik dan dari modul Kemendikbud bertajuk "Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X" karya Suttji Harijanti, berikut adalah struktur batin dan fisik puisiStruktur Batin Hakikat Suatu Puisi1. Tema merupakan unsur utama dari isi puisi, karena hal ini berhubungan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair dengan Rasa sikap penyair terhadap suatu masalah, yang diungkapkan dalam puisi. Ungkapan rasa ini, biasanya berkaitan dengan latar belakang penyair, contohnya agama, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan Nada seorang penyair dapat menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap pembaca/ Tujuan maksud suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada pembaca atau Fisik Metode Penyampaian Puisi1. Perwajahan Puisi tipografi bentuk format suatu puisi, berupa pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi Diksi pilihan kata seorang penyair dalam mengungkapkan Imaji susunan kata dalam puisi, yang mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair pendengaran, penglihatan, dan perasaan. Hal ini bisa mempengaruhi pembaca/pendengar seolah-olah merasakan isi dalam puisi Kata Konkret bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Umumnya berbentuk kata kiasan imajinatif.5. Gaya Bahasa/Majas penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu yang dapat mengandung banyak makna. Contohnya majas metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan Rima/ Irama persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, ataupun di akhir adalah contoh puisi tentang alam, spesial yang tim detik kumpulkan untuk kalian semua!1. "Sajak Matahari"Karya RendraMatahari bangkit dari sanubariku Menyentuh permukaan samudra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin!Kakimu terbenam di dalam lumpurKamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara, tubuh mereka terbalut lumpur dan Kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahariMata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar duniaMatahari adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang KrishnaIa menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia!2. "Pengakuan yang Jujur"Karya Radius Siburian Di tiap ujung daun menjari Tersimpan nada kagumDi tiap Bentangan akar bersembunyi nada taatDi tiap pucuk pohon pinus Bertunas nada syukurDi tiap ujung paruh burung terselip rasa kagum Di tiap auman fauna terdengar rasa taatDi tiap alat gerak animalia terbekas rasa syukurDi tiap bibir pantai-pantai tercium rasa kagumDi tiap puncak gunung menjulang tersimpan rasa taatDi tiap muara sungai terbentang rasa syukurDi tiap hamparan samudra terbentang nada dan rasaKagum, taat, syukur semua menyanyi kitab Kejadian sempurna3. "Pancuran 7 Abadi"Karya Dede Aditnya Saputra Desir angin sepoi menghembus perlahanBersama nyanyian burung di pucuk dahanAirmu menari-nari dalam nestapaMencairkan luka oleh karena cinta Tercium bau yang harum menawanBau harum airmu memecahkan qalbu buanaTahukah kau akan qalbu buana itu?Yaitu qalbu yang dirundung duka dan nestapa Oh.. nirwana puncah Gunung SlametKaulah tempat kami mengingat sang KuasaMelepaskan jiwa yang bermuram durjaDan merenungkan masa jaya Selain air terjunmu yang menawanTerdapat mata air panas yang bersahajaMembuat kita bersatu dengan malamApalagi malam Jumat orang Jawa Terus lah abadi kau Pancuran ketujuhBersama ke enam Pancuran di bawah sanaPancarkan sinar keemas an dalam air mu!Untuk melupakan rasa sendu yang menggebu4. "Hutan Karet"Karya Joko Pinurboin memoriam SukabumiDaun-daun karet di hamparan monyet di kalong menghalau pucuk-pucuk ilalang belalang di semak-semak sebuah jalan kenangan sebelum surya berlalumasih kudengar suara bedug "Siapakah"Karya Acep Zamzam NoorSiapakah yang menyiramkan hijauKetika punuk bukit kembali bersemiSiapakah yang menumpahkan biruKetika ombak berkejaran dengan sunyiSiapakah yang menggambari langitDengan kuas sehalus awan pagiSiapakah yang mengukir udaraDengan pahat selentur jemariSelanjutnya, puisi tentang alam Taufiq Ismail
Disinilah aku berdiri Diantara gersangnya tanah iniGemulai lembut sapuan ilahi Membuatnya tak pernah mati Angin bertiup kesana kemari Membawa angan diri ini Kerapan sapi dimulai lagi Dengan tarian sebagai jati diri Kukumpulkan angan untuk maduraku ini Bersama tingginya tekad keberanikan diri Jauh dipelupuk mata ini....... 1 2 Mohon tunggu... Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
– Makassar. Puisi orang Makassar dengan dialek khas, sebagai penanda dan ciri tertentu, berikut kutipan bait-bait puisi khas Makassar “Makassar Tanah Kelahiranku” Aku berdiri di bumi Mangkasara Di tanah kelahiran ku Bumi dengan semerbak keperkasaannya Sang Pahlawan memperjuangkan makassar Cahaya makassar bersinar Ke segala penjuru anging Mammiri Aku di sini di Bumi mangkasara Kunikmati hembusan angin yang begitu syahdu Seakan membawa ku ke alam nirwana Membangunkanku dari lamunan Yang entah menjalar kemana Aku di sini di Bumi mangkasara Sepetak kota Besar namun sejatinya terbentang luas Terlihat ramai namun sejatinya penuh hiruk pikuk Silsilah adat Mangkasara Kota besar ini kota damai Kota ini kota yang sangat asri Kota metropolitan ini kota yang sangat indah Di kota besar inilah aku terlahir Di kota besar inilah terukir beribu kenangan yang indah Walau Hanya tinggal Didaerah yang terpencil Inilah kota Besar bertajuk Tanah Mangkasara Aku berdiri di bumi mangkasara Kusaksikan deretan kokoh pohon-pohon yang menjulang tinggi kian menarik perhatian Bangunan yang menjulang tinggi di segala penjuru Kota Mangkasara Mereka tak sunyi Mereka tak sepi Mereka menampung sekelompok binatang Pada malam hari Para Warga Makassar setia berkumpul Di anjungan pantai losari Khasnya makassar tak asing lagi Bagi para Wisatawan Betapa mereka bersua ria Menyambut penghuni Bumi Mangkasara Menambah kekayaan ciri khas Tanah Mangkasara Aku berdiri di Bumi Mangkasara Bumi yang kaya akan hasil alam dan Sumber daya Laut Sawah-sawah subur terbentang luas Sepanjang jalan Barombong Subur dengan ciri khas tanahnya Yang mampu menghasilkan padi yang terkenal Beras yang telah menjadi kebanggaan Tanah Mangkasara Aku berdiri di Bumi Mangkasara Kunikmati nuansa keindahan alam Dan bangunan klasik nan sederhana Namun mewah Benteng Roterrdam… Wisata peninggalan Belanda Yang berhasil di rebut oleh para pahlawan Mangkasara yang kini menjadi tempat kumpul muda mudinya Makassar Pulau Khayangan… Wisata permandian yang tertata modern Sedemikian rupa Menampung kisah rakyat yang dilengkapi berbagai misteri Mesium Balaikota… Sebuah bangunan tua namun tetap kokoh Dengan museum sederhananya Memberi nuansa bangunan kolonial nan indah Di tengah kota Makassar Semua begitu indah Semua tampak menawan Semua telah memikat hati Aku di sini Dengan penuh kebanggaan Bangga menjadi bagian dari kota Warga kota makassar Bangga menjadi bagian dari Tanah Mangkasara Bangga menjadi bagian dari Bumi kelahiran ku Aku berdiri di Bumi Mangkasara Bumi tempatku dilahirkan Bumi yang menjunjung tinggi adat istiadat Inilah Bumi Mangkasara Sepetak kota Besar dengan julukan Kota Anging Mammiri Kota indah Di Tanah Mangkasara Penulis Rusdi/redws
Puisi wacana keindahan & kenangan di tanah Makassar ialah puisi yg berkisah mengenai indahnya alam & keunikan budaya di Sulawesi Selatan dgn judul puisi sukmaku di tanah Makassar Nah bagaimana kisah cerita dlm bait bait puisi keindahan makassar yg kini telah menjadi ingatan sang penulis puisi Selengkapnya disimak saja puisi yg menceritakan ihwal keindahan alam Makkassar dlm bait puisi sukmaku ditanah Makassar berikut ini Sukmaku di tanah MakassarKarya Asia Ramli Prapanca Sukmaku di tanah Makassar Negeri Bayang-bayang Negeri timur matahari terbit Gunung-gunung perkasa Lembah-lembah menganga Pohon-pohon purba Kuburan-kuburan renta Di dlm kelambu sarat dupa Berhadap-hadapanlah dgn Dewata Dengan Berlapis-lapis pakaian sutera Musik & tari saling berlaga Sukmaku di tanah Makassar Memburu anoadi rimba belantara Menangkap kupu-kupu di tebing-tebing terjal Mengejar derai-derai daunan berair Memanjat pohon-pohon lontar Dibawah naungannya bertempat gelanggang sabungan ayam Dibelakang sekian gumam sinrili siap membunuh ketidakpuasan Dengan badik & tukul besi Sukmaku di tanah Makassar bersayap angin mammiri bersiul membelai kota dgn nilai-nilai Menunggang kuda jantan dgn lari kencang menjinjing cita-cita ke garis kemenangan Kerikil-watu merah bertempat tinggal gemerincing Pasir putih membentang panjang berkilauan Sukmaku ditanah Makassar Bersampan pinisi dgn layar daun lontar Dengan panji-panji sutera warna-warni Mengejar debu ombak menjil*t lekuk gelombang Menyelam ke rahang-rahang menyunting kerang Mentyelam ke dasar tasik memetik mutiara Sukmaku ditanah Makassar Ke mana pun gue pergi Dimanapun gue melambai Gadis-gadis pakaeran selalu menyanyi, menari di hatiku Selamat tinggal puncak Lompobattang Selamat tinggal hulu Jeneberang Selamat tinggal Kampung Galesong Selamat tinggal Pantai Barombong Selamat tinggal Pulau Kodingareng Selamat Tinggal Karaeng Sukmaku di tanah Makassar Mengeja I Buri memburu juku eja Mengejar debur ombak menjilat lekuk gelombang Sukmaku di tanah Makassar Melengking bareng pui-pui Merancak bersama parappasa Mengemuruh bersama pakkanjara Sukmaku ditanah Makassar Meski Malino tak berpohon lagi Meski Jeneponto tak berkuda lagi Meski Losari tak berair lagi Meski Somba Opu tak berpuing lagi Sukmaku ditanah Makassar Sukmaku ditanah Makassar Sungguh Karaeng Meski kita berpisah beribu gelombang _ Demikianlah puisi Makassar tentang keindahan alam & budaya di tanah Makassar, baca pula puisi-puisi alam & puisi budaya dihalaman lain
puisi makassar tentang keindahan